Pengembangan aplikasi mobile

Mobile App Development: Project Kompleks, tapi Resource Terbatas? (1)

Pengembangan aplikasi mobile (mobile app development) di era disrupsi digital kini menjadi bagian integral dalam dunia teknologi. Pemahaman tentang bagaimana memaksimalkan sumber daya pun menjadi penting untuk bisa mengembangkan aplikasi yang responsif, efisien, dan inovatif. Persoalannya, tidak semua perusahaan punya tim mobile developer dalam jumlah cukup banyak. Lalu, bagaimana mereka yang punya keterbatasan resource tetap bisa menyelesaikan project besar dan kompleks? Simak uraian dan bocoran tipsnya di artikel ini. 

Pengerjaan proyek mobile app development skala besar dengan developer mobile terbatas rupanya menjadi tantangan tersendiri. Meski begitu, itu bukan pekerjaan mustahil yang tidak bisa kita selesaikan dengan baik. Dengan perencanaan matang dan strategi efektif, Kita masih bisa mengoptimalkan tim kecil untuk menyelesaikan proyek. Berikut beberapa strategi  yang bisa Kita aplikasikan untuk mengoptimalkan resource terbatas dalam pengembangan proyek aplikasi mobile berskala besar atau kompleks. 

Perencanaan yang Matang

Perencanaan yang baik menjadi penentu suksesnya proyek pengembangan aplikasi mobile. Dokumen perencanaan proyek bertujuan untuk menghindari ambigu atau konflik yang mungkin muncul selama pengembangan. Hal utama yang harus ada dalam perencanaan diantaranya tujuan proyek, kebutuhan user, dan ruang lingkup pekerjaan. Tim pengembang perlu melakukan identifikasi jelas dan terperinci mengenai fitur utama yang akan diimplementasikan, termasuk prioritas dan bagaimana mereka saling berinteraksi. 

Perencanaan yang baik juga merumuskan anggaran dan alokasi sumber daya dengan cermat. Di dalamnya membahas soal penilaian realistis waktu untuk setiap tahapan pengembangan, pemilihan teknologi tepat, serta perhitungan anggaran, mencakup biaya pengembangan, pemasaran, dan pemeliharaan. 

Perencanaan yang matang memberimu beberapa keuntungan. Dia akan memberi kita arah jelas, membantu mengelola ekspektasi, dan memastikan semua pemangku kepentingan yang terlibat paham serta setuju dengan jalur yang diambil. Keuntungan lain, proyek kita akan punya dasar kokoh, sehingga tim kita bisa bekerja lebih efisien dengan hasil yang optimal.

Ketepatan dalam Pemilihan Platform 

Pemilihan platform tepat dalam mobile app development adalah keputusan strategis yang dapat mempengaruhi kesuksesan proyek secara keseluruhan. Platform umumnya merujuk pada sistem operasi yang akan mendukung aplikasi, seperti iOS, Android, atau keduanya. Pengembang perlu tahu demografi target pengguna dan preferensi pasar. Jika target pasar utama adalah pengguna iPhone dan iPad, maka pengembangan di platform iOS akan lebih menguntungkan. Sebaliknya, jika tujuannya adalah menjangkau pengguna Android yang lebih luas, pengembangan untuk platform Android dapat menjadi pilihan lebih baik.

Pemanfaatan Framework yang Efisien

Gunakan kerangka kerja (framework) yang telah terbukti efisien dan sesuai dengan kebutuhan proyek. Kerangka kerja populer seperti React Native, Flutter, atau Xamarin memungkinkan pengembang untuk membuat aplikasi cross-platform dengan menggunakan satu basis kode. Cross-platform development adalah pendekatan yang memungkinkan pengembang membuat aplikasi di berbagai platform menggunakan satu basis kode. 

Keunggulan utama dari pengembangan cross-platform adalah efisiensi waktu dan biaya. Jadi, pengembang bisa menulis kode sekali dan mengimplementasikannya di kedua platform tanpa harus mengembangkan aplikasi dari awal untuk setiap sistem operasi. Hal ini mengurangi beban kerja dan memungkinkan pemeliharaan lebih mudah karena perubahan hanya perlu dilakukan pada satu basis kode.

Cross-platform development juga memungkinkan konsistensi antar aplikasi yang berjalan di berbagai platform. Desain dan fungsionalitas yang seragam di semua perangkat akan menciptakan pengalaman konsisten bagi pengguna. User juga bisa memiliki interaksi sama di semua perangkat yang mereka pakai. 

Cara tersebut bukan hanya menghemat waktu pengembangan, tapi juga akan menciptakan lingkungan yang lebih mudah dipahami oleh pengguna. Mereka bisa beradaptasi cepat dengan antarmuka yang serupa di berbagai perangkat. Keunggulan ini membuat cross-platform development menjadi pilihan menarik, terutama untuk perusahaan atau pengembang yang ingin mencapai audiens yang luas dengan anggaran dan sumber daya terbatas.

Ian Ahmad

Aplikasi web vs Mobile App

Aplikasi Web vs Mobile, Mana yang Lebih Unggul?

Belakangan, muncul perdebatan soal perbandingan aplikasi web dan mobile. Faktanya, saat ini aplikasi mobile mendominasi pasar Indonesia. Meski begitu, pengembangan aplikasi berbasis website perlahan juga makin diminati. Benarkah aplikasi seluler atau kita kenal dengan istilah mobile app itu lebih unggul dibandingkan versi website? Atau justru sebaliknya, aplikasi website (web application) punya keunggulan lebih dari mobile app? 

Ada sebuah anggapan yang mengatakan bahwa aplikasi mobile berjalan lebih cepat dan handal dibanding versi website. Sayangnya, anggapan tadi tidak selalu benar. Untuk beroperasi, mobile app membutuhkan sumber daya lebih banyak. Jika sistem berjalan lambat atau lemot, akan muncul masalah pada aplikasi. 

Fakta lain bahwa aplikasi mobile juga terbatas oleh platform yang mendasarinya. Misalnya, aplikasi iOS hanya bisa berjalan atau berfungsi dalam iPhone dan iPad. Sementara android hanya akan beroperasi di perangkat android.

Fakta ketiga, aplikasi web punya beberapa keunggulan dibandingkan mobile app, diantaranya:

  • Lebih fleksibel

Aplikasi web bisa diakses lewat perangkat apapun yang terhubung ke internet seperti smartphone, tablet, laptop, dan komputer desktop. 

  • Lebih mudah & Hemat

Pengguna bisa menggunakan aplikasinya tanpa perlu mengunduh atau menginstal di smartphone. Dari sisi budget, pengembangan aplikasi web juga lebih hemat waktu dan biaya. Hal ini karena pengembang tidak perlu membangun versi terpisah untuk setiap platform yang berbeda. 

  • Pemeliharaan lebih mudah

Pengembang hanya perlu membuat satu versi aplikasi yang lebih mudah diperbarui dan dipelihara dibandingkan beberapa versi aplikasi seluler.

Ada banyak contoh pengembangan aplikasi web yang sukses di Indonesia. Salah satunya adalah platform penyedia layanan ride hailing dan pengiriman, Gojek. Pengembangan awal Gojek dimulai dari aplikasi web lalu merambah ke mobile app. Contoh lain platform e-commerce, Tokopedia yang awalnya berupa aplikasi web yang memungkinkan pengguna untuk membeli dan menjual barangnya secara online. 

Kesimpulannya, dibandingkan mobile, aplikasi web punya beberapa keunggulan lebih fleksibel, hemat biaya pengembangan, bisa dipakai tanpa perlu instal aplikasi, dan mudah dalam hal pembaharuan atau pemeliharaan (maintenance) aplikasinya. Meski popularitas atau pengguna aplikasi web tidak sebanyak mobile, perusahaan juga perlu mempertimbangkan pengembangan aplikasi web untuk proyek dan bisnis mereka.

Fathurrachman S W